IPAL DOMESTIK


Empang, 2 November 2021, Kegiatan  Sosialisasi dan sekaligus launching IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Domestik yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Empang berjalan lancar. Berawal dari komunikasi intens yang dilakukan oleh pihak Sekolah dengan  Bapak Saifullah, S.Pd. Selaku ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa pada bulan Februari 2021, dimana beliau sebagai keluarga besar SMAN 1 Empang (alumni terbaik tahun 1998) merasa bertanggung jawab terhadap lembaga yang telah membesarkannya. Kemudian lebih lanjut disusul dengan Surat Permohonan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendapatkan bantuan IPAL Domestik yang dalam hal ini dikawal langsung oleh bapak Haji Johan Rosihan, ST. Selaku anggota Komisi IV DPR RI dari dapil pulau Sumbawa, yang nota bene beliau adalah salah satu putra terbaik Kecamatan Empang. Sehingga berselang 6 bulan kemudian tepatnya di bulan Agustus 2021 turun tim survey lokasi dari kementerian KLHK. Disusul dengan pengerjaan proyek IPAL Domestik di 3 titik di Kabupaten Sumbawa yaitu di SD Baru Kecamatan Moyo Utara, SMP Negeri 1 Empang dan SMA Negeri 1 Empang pada bulan Oktober. Maka sebagai rangkaian dari suksesnya pembangunan tersebut, diselenggarakanlah Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan IPAL Domestik yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Empang, pada hari Selasa 2 November 2021.

Kegiatan  diawali dengan sambutan Kepala Dinas   Lingkungan Hidup     Kabupaten Sumbawa,     Ir. Syarafuddin Nur mewakili Bupati Sumbawa yang berhalangan Hadir. Dalam sambutan awalnya beliau menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa walaupun tidak ada Disposisi Pak Bupati, secara struktur Birokrasi saya adalah pembantu Bupati di bidang lingkungan hidup, sehingga tidak ada salahnya saya berbicara baik atas nama Pemerintah Daerah maupun atas nama Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Lebih lanjut beliau mengapresiasi setiap usaha dalam pembangunan tersebut serta ucapan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, bapak Haji Johan Rosihan, ST. Anggota Komisi IV DPR RI, dan bapak Saifullah, S.Pd. Ketua Komisi I DPRD Kab. Sumbawa, yang telah menginisiasi adanya kegiatan sehingga bisa hadir dalam rangka lebih mendalami persoalan lingkungan.


Lebih lanjut, Kadis yang merupakan Putra Kelahiran Desa Ongko Kecamatan Empang tersebut, menjelaskan tidak kurang dari dua bulan beliau merasakan luar biasanya kondisi lingkungan di Kabupaten Sumbawa,  baik dari segi penting, kerusakan, pencemaran, maupun keberadaan limbah domestik dan limbah rumah tangga. Permasalahan yang mengemuka adalah rendahnya kepedulian kita akan lingkungan, di hilir kita tangani, tapi hulunya kurang kita perhatikan. Sehingga menjadi momentum yang tepat dengan berlangsungnya kegiatan sosialisasi ini. Harapannya melalui lembaga pendidikan kita tanamkan karakter cinta lingkungan sedini mungkin. Tidak menutup kemungkinan, kedepan pelajaran tentang pentingnya lingkungan hidup haruslah tercantum di dalam kurikulum. Kemudian beliau menutup sambutan dengan ucapan terima kasih dan harapan Selaku Pemerintah Daerah mengenai keberlanjutannya komunikasi dan bantuan akan penataan lingkungan dari kementerian, dan berharap pak Haji Johan  akan terus mengawal.

 

Sambutan berikutnya dari Anggota Komisi IV bapak Haji Johan Rosihan, ST. dimana beliau mengajak hadirin untuk  bersyukur atas banyaknya nikmat yang Allah berikan, terlebih lagi saat ini bertepatan dengan datangnya hujan, tentu hujan ini kita diterjemahkan sebagai hal yang membawa berkah, bukan bencana, seperti yang ulama ungkapkan bahwa saat hujan lebat adalah saat mustajabnya do’a, sehingga mari kita berharap kepada Allah agar hidup kita diberkahi, dan  tidak lupa beliau menyampaikan salawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad, SAW. Kemudian Pak Haji Jo (sapaan Akrab Beliau) mengawali sambutan dengan Adegium / ama (Samawa) “min balong ai kayu pang bao, pasti telas kebo jaran pang bawa”, (hutan, kayu, air yang terpelihara di hulu maka kehidupan di bawahnya / hilirnya akan terjamin baik). Tepat sekali adegium tersebut, bahwa kondisi sangat di tentukan oleh hulunya, maaf saya tidak menyalahkan orang yang tanam jagung terkait kerusakan lingkungan dan datangnya banjir, buktinya di Jakarta setiap tahun datang banjir dan tidak ada yang tanam jagung. Pungkas Beliau. 


Jadi menurut Pak Haji Jo rumus kehidupan; bahwa kerusakan berbanding lurus dengan beban kehidupan dan berbanding terbalik dengan daya dukung lingkungan. Sehingga penting  kita menjaga keseimbangan beban dan daya dukung lingkungan. Nah itulah kenapa acara kita sekarang berbicara tentang IPAL (Instalasi  Pengolahan Air Limbah ) Domestik, sebagai  sebuah rangkaian proses pemrosesan limbah untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup, khususnya di lembaga pendidikan. Sehingga akan terjaga keseimbangan dan daya dukung tadi.Kegiatan sosialisasi sebagai  Bentuk konsen Kami di komisi IV dengan mitra di KLHK khususnya kepada Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, ungkap beliau.  Sambutan ditutup  dengan mengemukakan rasa senang beliau karena keberadaan-Nya di Senayan bisa membawa manfaat untuk masyarakat, disamping juga bisa mengantarkan ibu Direktur (Pembicara) sampai ke Empang dan merasakan bagaimana enaknya punti kela (pisang rebus) dan ucapan terima kasih kepada ibu Direktur yang menfasilitasi kegiatan sosialisasi  sehingga bukan saja membangun fisik IPAL, tapi sekaligus  memberi pengetahuan dan pemahaman kepada stake holder agar bangunan IPAL bisa dijaga keberlangsungannya sehingga azas kebermanfaatannya berlangsung lama.

Kemudian acara sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait pengelolaan IPAL Domestik oleh Direktur Jenderal  Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan ibu Luckmi Purwandari, ST. M.Si, dalam pemaparannya ibu Luckmi menjelaskan bahwa IPAL Domestik ini merupakan salah satu pelaksanaan Program Infrastruktur Hijau KLHK, untuk membangun instalasi IPAL dalam rangka mengurangi beban pencemaran air dari kegiatan rumah tangga, usaha skala kecil, kegiatan pertanian dan peternakan yang menghasilkan limbah. Lebih lanjut ibu Dirjen menjelaskan syarat pembangunan instalasi IPAL adalah ketersediaan lahan, atas permintaan warga atau Pemerintah Daerah setempat. Mesti ada komitmen yang kuat dari warga untuk merawat bangunan instalasi yang telah di bangun sehingga azas manfaatnya berlangsung lama.


Kegiatan pemaparan materi oleh Dirjen terkait Limbah dari  A sampai Z tuntas selama 1 jam, dan diikuti dengan antusias oleh 50 orang peserta yang yang mewakili lembaga penerima bantuan IPAL baik dari  kecamatan Moyo Utara maupun Kecamatan Empang. Kegiatan pemaparan diakhiri dengan sesi tanya jawab, dan diberikan kesempatan kepada 2 orang penanya  yaitu bapak Junaidi, S.Pd. M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 1 Empang, H. Musa Aha, S.Pd. utusan SMP Negeri 1 Empang. Semua pertanyaan di jawab tuntas masing masing oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sumbawa, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, dan Bapak Haji Johan Rosihan ST. selaku Anggota Komisi IV DPR RI, sesuai dengan kapsitas mereka masing masing. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan do’a dan kemudian dilanjutkan dengan Penggungtingan Pita di lokasi IPAL SMA Negeri 1 Empang oleh bapak Haji Johan Rosihan, ST. Anggota Komisi IV DPR RI, didampingi oleh Dirjen KLHK, kadis LH Kabupaten Sumbawa dan kasek SMA Negeri 1 Empang, Junaidi, S.Pd. M.Pd, sebagai tanda di mulainya (launching) IPAL Domestik baik di SD Baru Moyo Utara maupun di SMP dan SMA Empang. (lm, yd, arj, nw). 

KONTAK
Alamat :

Jln. Lintas Sumbawa Bima

Telepon :

0371 6191040

Fax :

0371 6191040

Email :

sman_empang@yahoo.co.id

Website :

https://www.sman1empang.sch.id/

Media Sosial :
KALENDER

Februari 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28