Delapan bulan pasca pergantian kepemimpinan dari H Sutono, SE, MM. Inov, kepada Bapak Junaidi, S.Pd. M.Pd. SMA tanah karoya dibawah nahkoda baru melakukan lompatan lompatan yang positif, dengan penajaman visi dari “Menghasilkan output beriman unggul dan mandiri” dengan tagline “Sekolah Teladan” ke visi “Beriman, Berprestasi, Berbudaya, Peduli Lingkungan, dan Sejahtera” dengan tagline “Hebat Sejahtera” setelah sederetan prestasi demi prestasi lomba di penghujung tahun ajaran 2021/2022, pada penamatan siswa angkatan ke 32 berhasil mengantarkan siswa peserta didik sebanyak 13 siswa. Dari jatah 40% siswa Eligible atau siswa yang dinyatakan layak untuk mengikuti pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi untuk sekolah akreditasi A. Sehingga SMA tana karoya berhak mendaftarkan 88 siswa (IPA 38 siswa dan IPS 50 siswa), namun 20 orang siswa tidak memanfaatkan kuota yang ada karena pertimbangan sudah memiliki program khusus diluar SNMPTN, sehingga hanya 68 orang siswa yang memanfaatkan kuota tersebut dan berhasil meloloskan 13 siswa (19%) ke jenjang PTN di NTB maupun pulau Jawa dan Makasar. Yang menarik dari SNMPTN tahun ini adalah untuk kali kedua kita berhasil menghantarkan 1 siswa pada jurusan Sistem informasi untuk menembus tebalnya tembok kampus perjuangan UI Salemba dengan warna kuning kebesarannya, setelah pada tahun 2019 untuk kali pertama pada Jurusan Kedokteran pasca penetapan sekolah dengan akreditasi “A”, dan . Sehingga terbayar sudah ikhtiar panjang Yadi On Kandang (Hikmayadi, S.Pd) dan Arini Maharani, S.Pd (bu Arin) siang malam tanpa kenal lelah dalam mendampingi siswa sejak desember 2021 dengan jadwal panjang sosialisasi PDSS, dilanjutkan pendaftaran akun LTMPT sekolah dan siswa, penetapan siswa eligible di bulan januari 2022, pengisian PDSS dan pendaftaran SNMPTN di bulan Februari 2022, hingga pengumuman di bulan maret 2022 sebanyak 13 orang siswa (19%) dari kuota eligible. Dari 13 orang siswa tersebut 7 orang di Universitas Mataram dengan berbagai program studi, 4 orang di Universitas Negeri Malang, 1 orang di UNHAS Makasar, dan 1 orang di Universitas Indonesia. Dan yang menyesakkan dada dari 13 siswa yang lulus SNMPTN tahun ini 9 orang siswa adalah penerima bantuan sosial PKH, itu artinya program yang dicanangkan pemerintah dalam jaringan sosial berhasil diaktualkan dan dibuktikan di SMA tana karoya bahwa dengan kekurangan dan ketidakmampuan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi ungkap Junaidi, S.Pd. M.Pd saat ditemui tim rungan sakola. Lebih lanjut “Jun Okaq” sapaan akrab kasek yang ramah dan Humoris ini menjelaskan bahwa perjuangan kita masih butuh lompatan lompatan besar dan perlu penajaman visi secara terus menerus dengan inovasi inovasi baru untuk mengejar target 25 s.d 30 % lolos SNMPTS tahun berikutnya. Selamat berjuang laskar Tana karoya. (tw)